Selayang Pandang Komunitas GU

Selayang Pandang Komunitas GU


Gerakan Literasi Sekolah (GLS) itu mustahil bisa berjalan sesuai dengan yang diharapkan jika para pemangku kepentingan tidak menjalankan fungsinya dengan baik. Jika ruh utama Gerakan Literasi Sekolah (GLS) adalah menumbuhkan-kembangkan budaya literasi di lingkungan warga sekolah, maka semua pemangku kepentingan (dan terutama guru) harus betul-betul concern terhadap masalah tersebut. Sebab, bagaimana mungkin menggiatkan Gerakan Literasi Sekolah jika guru sendiri enggan, -untuk  tidak mengatakan malas-, dalam urusan membaca dan menulis.
Didasari semangat itulah Komunitas GU berusaha menjawab permasalahan-permasalahan di atas. Bahwa persoalan literasi adalah masalah klasik. Tidak serta merta permasalahan itu bisa diurai, jika guru tidak menjawabnya secara langsung dengan menulis. Ya, menulis apapun saja permasalahan  ditemui.
Ide awal lahirnya komunitas GU ini sebetulnya berangkat dari warung kopi. Dari warung kopi, berbagai kemungkinan bisa saja terjadi. Obrolan mengalir ringan ditemani secangkir kopi yang asapnya masih mengepul. Tentang dunia kepenulisan, inovasi seputar pembelajaran, puisi hubungannya dengan kepekaan hati, politik, masalah remeh-temeh lainnya, hingga koordinasi sehingga tulisan kami bisa sampai ke tangan pembaca.
Sebagai kumpulan pemula, wajar jika tulisan dalam komunitas GU ini tidak disajikan secara runtut. Bahkan, para penulis ini rata-rata adalah penulis pemula yang belum memiliki kemampuan lebih di dunia kepenulisan. Untuk itulah, mohon maaf sedalam-dalamnya kepada sidang pembaca, jika tulisan-tulisan yang terangkum belum sesuai dengan yang diharapkan. Tak usah berharap apa-apa,  selain semangat bahwa sampai kapanpun, gelora menulis memang tetap harus dipancangkan.
Wa ba’du. Terima kasih disampaikan kepada semua pihak yang telah membidani lahirnya komunitas GU. Saran kami ketika membaca tulisan ini, mulailah dengan secangkir kopi iftitah, minumlah aroma hangat yang ditawarkan dengan sikap tuma’ninah. Harapan kami, pembaca bisa mendapatkan akhir yang husnul khatimah. Tabik!

Comments