Ruang belajar, berkarya, sekaligus berbagi

Thursday, May 24, 2018

IKUT INOBEL? SIAPA TAKUT?


Assalamualaikum wr. wb.

Salam sejahtera bagi kita semua.

Kawan-kawan, khususnya Bapak/ Ibu guru pernah mendengar istilah Inobel? Mungkin sebagian besar sudah pernah mendengar, atau justru Anda sudah pernah, bahkan sudah menjadi langganan finalis, atau malah sudah pernah juara, heuheu.

Tidak masalah, tulisan ini hanya catatan ringan saja, yang mungkin dengan membaca tulisan ini bisa termotivasi untuk mencoba berkompetisi dalam Inobel.

Inobel atau yang dibaca secara kepanjangannya yaitu inovasi pembelajaran. Namanya saja pembelajaran, sudah pasti-kan siapa pesertanya? Iya, pesertanya adalah guru. Dalam hal ini yang dimaksud adalah guru yang sudah memiliki NUPTK, baik PNS atau yang belum PNS.

Dalam inobel sendiri dibagi pengelolaannya, yaitu inobel kesharlindungdikmen (guru SMA/ SMK sederajat) dan inobel kesharlindungdikdas (guru SD dan SMP sederajat).

Inobel dalam kesharlindungdikdas sendiri terbagi sesuai tingkatan sekolah yaitu guru SD dan guru SMP. Karena saya seorang guru SD, maka saya akan menjelaskan sedikit tentang inobel SD, meski secara garis besar hampir memiliki kesamaan.

Inobel pada tingkat SD terbagi menjadi tiga bidang lomba, yaitu: MIPA (matematika dan IPA), IPSPB (IPS, PKn, dan Bahasa Indonesia), dan SORAM (SBK, Olahraga, Agama, dan Muatan Lokal).

Langsung saja kita membahas tentang perlombaan inobel.
1. Perlombaan inobel, memiliki empat tahap penilaian. Dari rangkaian tahap tersebut, hanya tahap akhir/ final yang dilakukan secara langsung (tatap muka) jika terpanggil sebagai finalis. Tahap pendaftaran, administrasi, dan pengiriman karya dilakukan secara online melalui kesharlindungdikdas.id
Bagaimana, sudah daftar akun apa belum? Yuk, lah segera daftar. Gratis kok.

2. Perlombaan inobel merupakan penilaian produk dan karya tulis. Jadi selain inovasi kita dalam produk ini bagus, tetapi jika karya tulis kita asal-asalan, apalagi menjiplak/ plagiat tulisan orang (meski hanya beberapa bagian) akan menjadi penghambat untuk kelolosan pada tahap berikutnya. Intinya apa? ya pastinya pertama karya tulis kita harus original yang dihitung oleh aplikasi turnitin untuk mendeteksi tingkat similiarity dan sintaksis. Untuk lolos tahap workshop biasanya harus dibawah 30% tingkat plagiarismenya. Untuk final, kabarnya dibawah 10%, meski belum bisa dipastikan.

3. Perlombaan inobel, tidak harus barang baru, bisa juga berupa pengembangan yang belum ada. Dan dasar pengembangan kita berdasarkan dari referensi penelitian sebelumnya atau produk sebelumnya.

4. Pada tahap final, dilaksanakan pameran produk dan presentasi. Pada tahap ini, akan diuji kejujuran dan pertanggungjawaban kita pada produk yang telah kita buat.

Nah, bagaimana, mudah bukan? Tidak sesulit yang dibayangkan bukan?
Saya sendiri berawal dari tidak paham sama sekali, hanya modal keberanian, kata orang Surabaya Bonek (bondo nekat). Tetapi dari keberanian mencoba tersebut, akhirnya saya bisa tahu dan belajar dari guru-guru hebat se-Indonesia Raya.

Sudah, cukup, saya yakin setelah membaca ini pasti langsung mendaftar inobel. Kabar dari admin, tahun ini ditutup tanggal 10 Juni 2018.
Selamat mencoba. Salam.

No comments: