MENCINTAKAN KEARIFAN LOKAL SEJAK DINI

MENCINTAKAN KEARIFAN LOKAL SEJAK DINI

gambar: pixabay


Oleh: Ninik Minarti, M.Pd.

Kearifan lokal disebut juga local wisdom dengan kata lain gagasan-gagasan, nilai-nilai, pandangan-pandangan setempat yang bersifat bijaksana, dan bernilai baik, yang tertanam dan diikuti oleh anggota masyarakatnya. Kearifan lokal merupakan kebudayaan yang dijunjung tinggi oleh masyarakat adat. Kearifan lokal yang dulu mendarah daging dalam diri bangsa Indonesia kini hanya dikenal tanpa dicintai oleh generasi muda, bahkan banyak terkikis dan tergantikan oleh budaya asing yang sama sekali tidak kita pahami.
Jika generasi muda hanya mengenal tanpa berupaya melestarikan kearifan lokal, bangsa kita akan kehilangan penerus yang berkualitas dan bertanggung jawab untuk memajukan dan menjaga nama baik negaranya. Generasi muda adalah cikal bakal penerus suatu bangsa dan negara. Generasi muda memegang peran penting dalam mempertahankan jati diri suatu bangsa.  Apabila generasi muda mampu mengenal, mencintai, dan melestarikan budaya daerahnya masing-masing, nilai-nilai kearifan yang terkandung akan mendarah daging pada generasi muda tersebut.
Agar generasi muda mencintai dan melestarikan budaya daerahnya, sejak dini harus diperkenalkan dengan budaya lokal dari setiap daerah masing-masing. Pengenalan kearifan lokal dapat ditemukan dalam nyanyian, pepatah, petuah, semboyan, dan kitab-kitab kuno yang melekat dalam perilaku sehari-hari. Kearifan lokal dapat berupa sumber daya alam, potensi sumber daya manusia, potensi geografis, potensi budaya, dan potensi historis.
Keberadaan kearifan lokal bukan tanpa fungsi. Fungsi kearifan lokal adalah sebagai konservasi dan pelestarian sumber daya alam, pengembangan sumber daya manusia, pengembangan kebudayaan dan ilmu pengetahuan, sebagai petuah, kepercayaan, sastra, sosial, moral, dan politik (sartini: 2006)
Selain harus dibekali dengan pengetahuan yang cukup, generasi muda juga harus memiliki modal  keimanan dan akhlak yang mulia agar mereka lebih menghargai dan mencintai nilai-nilai budaya yang terkandung dalam masyarakat, karena budaya lokal sangat berpengaruh terhadap perilaku genereasi muda.
Mengenalkan kearifan lokal sejak dini adalah tugas semua elemen masyarakat. Sedangkan upaya mencintakan kearifan budaya lokal sejak dini melalui jalur pendidikan dengan guru sebagai pembimbingnya adalah langkah tepat. Sekolah merupakan lembaga formal yang menjadi peletak dasar pendidikan. Melalui pendidikan di sekolah diharapkan akan menghasilkan generasi muda Indonesia yang berkualitas dan bertanggung jawab. Hal ini sesuai amanat tujuan pendidikan nasional yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa dan mengembangkan manusia Indoensia seutuhnya, yaitu manusia yang beriman dan bertaqwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa dan berbudi pekerti luhur, memiliki pengetahuan dan keterampilan, kesehatan jasmani dan rohani, kepribadian yang mantap dan mandiri serta rasa tanggung jawab kemasyarakatan dan kebangsaan. Mengemban amanat tujuan pendidikan nasional di atas maka manusia yang berkualitas tidak hanya terbatas pada tataran kognitif tetapi juga afektif dan psikomotor.
Realitanya, mata pelajaran muatan lokal dipandang sebagai pelajaran kelas nomor dua dan hanya dianggap sebagai pelengkap. Sekolah-sekolah menerapkannya sebatas formalitas untuk memenuhi tuntutan kurikulum yang dituangkan dalam berbagai peratiran. Kondisi demikian mengindikasikan bahwa pengajaran muatan lokal di sekolah masih belum serius. Guru memang sudah mengenalkan dan mengajarkan kearifan lokal melalui mata pelajaran muatan lokal tetapi tidak banyak guru yang bergairah mencintakan kearifan lokal pada siswanya.
Apalagi ketika perolehan nilai ujian sekolah dianggap sebagai hal yang amat penting, maka pelajaran muatan lokal hanya sebagai penghias daftar pelajaran saja. Sering guru mengisi jadwal pelajaran muatan lokal dengan materi-materi sukses ujian. Jika demikian yang terjadi, anggapan mencintakan kearifan lokal sejak dini melalui jalur pendidikan dengan guru sebagai pemegang peran penting hanyalah semu belaka.
Memperkenalkan dan mencintakan kearifan lokal sejak dini sangat berpengaruh terhadap perilaku generasi muda. Berpengaruh pula terhadap masa depan bangsa Indonesia. Dengan mengenal, mencintai, dan melestarikan kearifan lokal, jati diri bangsa Indonesia tidak akan hilang.  Generasi muda akan memiliki rasa tanggung jawab dan nasionalisme yang semakin kuat sehingga dipastikan Negara Indonesia akan menjadi negara kuat karena negara kuat tercipta dari bangsa yang memiliki kearifan kuat. Sejalan dengan pernyataan di atas, marilah kita bersungguh-sungguh dan selalu bergairah dalam mengenalkan dan mencintakan kearifan lokal sejak dini kepada generasi Indonesia.(*)

Comments